Notification

×

Iklan

Iklan

MARAKNYA ISU PREDATOR ANAK PENGASILAN PENGAMEN MENURUN

Minggu, 26 Maret 2017 | Maret 26, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2024-01-22T10:59:25Z
Media Target Buser News Jateng
Pati,Dengan adanya isu maupun rumor yang ada di Indonesia saat ini telah marak adanya penculikan anak kecil telah menjadi Trending topik di media sosial maupun media cetak bahkan di televisi,dan dalam beberapa kejadian yang terjadi selama ini MISGEPENG (Pengemis Gelandangan dan Pengamin) menjadi sasaran untuk di curigai sebagai penculik anak .
                                                                                                                                                                                                                         Di warung Desa Sarimulyo Kecamatan winang tempat kami beristirahat saat hujan pada hari sabtu (24/03/2017),kami bertemu dengan Seorang Pria paroh baya(Sukono) yang mengaku warga Desa Sarimulyo Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah yang berprofesi sebagai Pengamen,dan pemuda itu bercerita panjang lebar dan menyayangkan dengan adanya rumor di negeri ini,Sukono mengaku kena dampak atas rumor ataupun Isu penculikan terhadap anak .
Dalam cerita Pria paruh baya yang telah menikah 7 tahun silam namun belum di karuniai momongan (Sukono) ,bahwa selama beredarnya isu penculikan anak telah mempengaruhi penghasilanya mengalami penurunan,dan Sukono mengharapkan agar warga tidak lagi mencurigai dirinya sebagai predator (penculik anak) “Jangan curigai saya sebagai penculik anak ,karena saya bukan penculik anak tapi saya bekerja mencari uang untuk menafkahi isteri sebagai pengamin” ungkap Sukono
Dengan adanya rumor banyaknya bermunculan Predator yang menyamar sebagai Pengemis juga pengamin bahkan jadi orang gila mempengaruhi penghasilan si pengamen, Sukono yang bermodalkan gitar dengan menjual suara (mengamen) mulai berangkat untuk menghibur warga dengan suara khasnya yang diiringi dentuman suara petikan gitarnya dari pukul 11.00 wib hingga pukul 15.00 wib biasanya mampu mendapati Rupiah Rp.40.000 hingga Rp.100.000 perhari,namun setelah adanya kabar itu sukono mengaku kesulitan untuk mencapai target seperti sebelum ada kabar penculikan anak.
Setelah banyak cerita,Sukono meminta agar masyarakat tidak lagi beranggapan negative terhadap pengamen “mohon jangan curigai saya untuk berbuat negative” pinta Sukono “profesi pengemis Cuma di manfaatkan oleh penculik anak untuk memudahkan aksinya dan bila ketangkap dia akan pura-pura menjadi orang gila” cerita Sukono “dan saya pernah di Tanya warga yang mencurigai saya dan saya jawab saya pengamen bukan penculik anak mbak,” imbuhnya, pada intinya para predator mempermudah aksinya gunakan penyamaran sebagai pengemis,pengamen untuk pantau situasi dan keaadan di sekitar dan sebagai orang gila untuk mengelabuhi massa maupun hokum. (Bam’S)
×
Berita Terbaru Update