Pirus ZIS Desa Nanggerang Merambah Ke Pertanian Hortikultura - SUAKA INDONESIA

Breaking

SUAKA INDONESIA

Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Hanya dengan 50.000 dapat blog murah gratis Template Premium

Senin, 06 November 2017

Pirus ZIS Desa Nanggerang Merambah Ke Pertanian Hortikultura

suakaindonesia.com | Sukabumi - Keberhasilan pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Desa Nanggerang sejak bulan lalu merambah ke pertanian hortikultura dengan system polyback. Pengelola berupaya mengoptimalkan pekarangan rumah guna memenuhi kebutuhan sayur mayur dan kedepannya bisa meningkatkan ekonomi keluarga

Abdusyukur yang akrab disapa Mang Empuy tidak hanya mahir mengurus lingkungan tapi juga dibidang pertanian. Mendapat suport dari pengelola ZIS desa Empuy bersama...membuka demplot persemaian berbagai jenis tanaman hortikultura. Setelah tanaman tersebut siap tanam Empuy mengantar keempat kadusunan yang ada di desa ini.

Abdusyukur mengatakan setelah Pemerintah desa Nanggerang menggelar bimtek peningkatan kapasitas lembaga desa Empuy mendiskusikan dengan pengurus ZIS desa untuk membuat demplot pertanian yang nantinya disebar keempat kadusunan. Gayung pun bersambut dimana ZIS desa mendukung penuh kegiatan tersebut.

Abdusyukur menjelaskan tahap pertama jenis tanaman yang disebar ke empat kadusunan antara lain rawit, tomat terong hijau dan ungu, sawi, seledri dan bawang bakung. Setiap kadusunan berbeda jenis tanaman sehingga ketika panen bisa melakukan barter sayur mayur. Dan lagi tidak terjadi penumpukan hasil panen. Abdusyukur akan terus mengembangkan tanaman tersebut guna meningkatkan ekonomi warga dengan mengoptimalkan pekarangan rumah

"Setelah warga menikmati hasilnya Insya Allah kedepannya hasil panen akan dipasarkan ke luar desa ini." Papar Abdusyukur

Untuk pupuk lanjut Abdusyukur memanfaatkan kotoran ternak domba ZIS dan peternakan warga. Apalagi diseluruh dusun banyak warga berternak domba tetapi kotorannya kurang manfaat. Kehadiran pertanian pola polyback dengan mengoptimalkan pekarangan rumah skarang kotoran domba tidak menumpuk percuma.

"Sekarang kotoran domba dimanfaatkan untuk memupuk tanaman dipekarangan rumah." Kata Abdusyukur

Kades Nanggerang Ade Daryadi bangga hasil bimtek peningkatan kapasitas ditindak lanjuti oleh ZIS desa. Guna menumbuh kembangkan potensi lainnya Ade Daryadi akan membahas dengan LPM, BPD dan ZIS desa. Sebab dengan kolaborasi tersebut semua pihak memiliki tanggung jawab sehingga program akan berjalan dengan baik.

"Dengan pola kebersamaan ini program akan berjalan dengan baik. Kedepannya kami berharap tanaman hortikultura ini mampu menembus pasar lokal." Kata Ade Daryadi

Ade Daryadi menambahkan untuk Taman Kota berbagai jenis telah di tanam. Tanaman keras seperti mahoni, albasiyah hingga pohon kemiri pertumbuhannya makin baik. Taman Kota ini diharapkan memiliki multi player efek yang signifikan terhadap polusi udara. Sebab Kecamatan Cicurug industry tumbuh subur tetapi dampaknya n mulai dirasakan warga.

"Taman Kota ini berfungsi untuk sarana edukasi juga mengurangi polusi udara. Jadi banyak manfaat yang didapat dari Taman Kota ini." Kata Ade Daryadi. 

Reporter : Wahid/Herwanto
Editor.     : Admin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar