Drs.sirhan : Nelayan Saat Ini Butuh Modal - SUAKA INDONESIA

Breaking

SUAKA INDONESIA

Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Hanya dengan 50.000 dapat blog murah gratis Template Premium

Kamis, 22 Februari 2018

Drs.sirhan : Nelayan Saat Ini Butuh Modal


Pekalongan,suakaindonesia.com - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan, Drs. Sirhan merasa prihatin dengan jumlah pendapatan nelayan yang sangat kecil.Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari sangat susah.Dia juga mengungkapkan keluhan yang sering disampaikan nelayan.Diantaranya, kondisi kapal yang sudah banyak mengalami kerusakan, keterbatasan alat tangkap ikan, modal untuk operasional melaut dan rumah mereka yang sering digenangi air rob.



Drs. Sirhan mengatakan pihaknya sebelumnya pernah memberikan bantuan berupa alat tangkap ikan sebanyak 281 unit.Namun alat tangkap tersebut akhirnya tidak lagi dapat digunakan mengingat telah diberlakukannya larangan penggunaan alat tangkap cantrang." Meski sekarang tidak lagi menggunakan alat tangkap cantrang, mereka masih bisa mendapatkan ikan dengan alat tangkap yang lain, " tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/2/2018).



Dia menjelaskan, nelayan biasanya pergi melaut pada malam hari.Sebab, hasil ikan tangkapannya akan jauh lebih bagus dari pada saat melaut pada siang hari.Untuk harga ikan sendiri, bukan pihaknya yang menentukan melainkan dari para nelayan sendiri.



Lebih lanjut Drs. Sirhan menyebutkan, berdasarkan data yang ada bahwa jumlah nelayan di Kab. Pekalongan saat ini berjumlah sekira 10197 orang.Sedangkan jumlah kapal sebanyak 377 unit yang meliputi kapal tempel dan motor.Untuk kebutuhan operasional melaut, dua unit SPBU solar bersubsidi sudah disediakan di daerah Wonokerto dan Jambean.



Dalam kesempatan itu dia juga menjelaskan sejumlah bidang yang menjadi kewenangannya.Selain para nelayan, pihaknya juga mengurusi di bidang tambak dan hutan mangrove.Berdasarkan data, ada 791,35 hektar tambak yang tersebar di 3 kecamatan di Kab. Pekalongan.Sementara kelompok budidaya ikan sebanyak 79 kelompok, budidaya tambak 28 dan  budidaya ikan air tawar sebanyak 100 kelompok." Adapun untuk urusan kelautan merupakan wewenang propinsi dan pusat, " pungkas pria yang 6 tahun pernah menjabat sebagai sekretaris di dinas tersebut.


Reporter : MD.Raharjo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar