Jaro Ade Sambangi Ponpes Nurul Patih Kampung Wates - SUAKA INDONESIA

Breaking

SUAKA INDONESIA

Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Hanya dengan 50.000 dapat blog murah gratis Template Premium

Minggu, 04 Maret 2018

Jaro Ade Sambangi Ponpes Nurul Patih Kampung Wates


Bogor, suakaindonesia.com - Salah satu titik kunjungan Ade Ruhandi atau Jaro Ade Cabup Bogor No Urut 3 hari Minggu (4/3) di zona 3 menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Patih di Kampung Wates, Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong, kabupaten Bogor - Jawa Barat.

Jaro Ade selain mendapat dukungan penuh Pimpinan Ponpes Ust Asep Maulana dalam Pilkada tanggal 27 Juni 2018. Dalam kesempatan tersebut warga Kampung Wates juga meminta Jaro Ade meminta perhatian khusus tentang pekerjaan Mega Proyek MNC Lido yang tidak hanya mengganggu ketenangan warga tapi juga membuat dua puluh enam rumah warga rusak.

Mendapat informasi warganya terkena dampak mega proyek MNC Lido, Jaro Ade meminta Ketua RT 3 RW 8 segera mengirim data rumah warga yang rusak. Dia berjanji akan membicarakan perusahaan untuk mempertanggung jawabkan.

"Saya minta kirim data rumah warga yang rusak untuk saya bicarakan ke perusahaan." Tegas Jaro Ade

Sementara itu untuk Ponpes Nurul Patih yang santri menetap sebanyak dua puluh lima orang Jaro Ade telah masuk dalam program kerjanya selama lima tahun dimana salah satunya memberikan bantuan tunai dari dana CSR perusahaan yang ada di kabupaten ini. Menurutnya pendidikan pesantren salafi salah satu ujung tombak pendidikan agama perlu mendapat perhatian pemerintah.

"Insya Allah dengan dukungan para ulama program bantuan ponpes akan saya realisasikan." Pungkas Jaro Ade

Kehadiran Jaro Ade ke Kp Wates yang dua kali mengalami kemunduran tidak membuat semangat Sahaja Watesjaya kendur. Terbukti sejak siang hingga sore hari Tim Relawan Sahaja Watesjaya yang dikomando Untung Firmansyah dan Wakil Bendaharanya Dedi Yulianto SR serta jajarannya terus mengawal kunjungan Jaro Ade ke kampung ini. Namun sayangnya waktu kunjungan begitu singkat membuat warga yang sejak pagi menanti tidak mendapat kesempatan berbincang.

Reporter : Wahid/Yanto