UPK Kecamatan Cidahu Gelar Sunatan Masal - SUAKA INDONESIA

Breaking

SUAKA INDONESIA

Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Hanya dengan 50.000 dapat blog murah gratis Template Premium

Jumat, 06 April 2018

UPK Kecamatan Cidahu Gelar Sunatan Masal



Sukabumi,suakaindonesia.com - Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) yang sejak tahun lalu bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi juga pemberdayaan. Gilanya surplus yang didapat UPK Kecamatan Cidahu disunat masal


Ketua UPK Kecamatan Cidahu Nova Adhal Muzaky membenarkan surplus yang didapat diapresiasikan dalam bentuk sunatan masal bekerjasama dengan Muspika, DKM Mesjid At Taqwa, Toko Mas Family dan RSI Asyyifa. Selain sunatan masal 58 anak juga dilakukan santunan ke 116 jompo dan anak yatim sebanyak 87 anak.


"Betul surplus UPK ini kami apresiasi dalam kegiatan sunatan masal dan santunan." Tegas Nova Adhal Muzaky


Untuk sunatan masal lanjut Nova murni alokasinya dari UPK ditambah agnia. Sementara santunan yatim dan jompo didapat dari sumbangan berbagai pihak. Dan kegiatan ini juga didedikasikan untuk menyambut Isra Mi'raj yang dilaksanakan Muspika Cidahu dan DKM Mesjid At Taqwa. Nova berharap surplus UPK tahun depan bisa dilaksanakan kegiatan lain dengan melibatkan perusahaan sekitar dan agnia lainnya


"Sunatan masal dan santunan yatim juga jompo ini terlaksana berkat dukungan Muspika dan berbagai pihak." Kata Nova Adhal Muzaky

Camat Cidahu Ading Ismail S.Sos mengapresiasi tinggi kegiatan yang digelar UPK Kecamatan Cidahu. Menurutnya selain berperan aktif membantu warga kurang mampu juga membuktikan keberadaan UPK kepada masyarakat. Apalagi surplus yang didapat disalurkan dalam bentuk kegiatan sosial seperti sunatan masal dan santunan ke yatim piatu juga jompo.


"Kami dari Muspika Cidahu mengapresiasi tinggi kegiatan UPK Cidahu yang telah mewujudkan bukti ke masyarakat. Kami berharap kedepannya banyak pihak yang ambil bagian dalam kegiatan serupa." Kata Camat Cidahu.


Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan yatim piatu dan jompo yang mendapat santunan tampak bahagia. Sementara dalam sunatan masal persoalan muncul ketika anak yang telah mendapat sarung, koko, peci dan amplop malah menjerit minta pulang. Bahkan ada orang tua yang pingsan karna tidak kuat menahan haru karna anaknya sejak lama minta sunat tapi baru terlaksana oleh UPK.

Reporter : Wahid/Yanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar