NYIMAS AYU FATIMAH GANDASARI (SRIKANDI SYAHADAT) Episode 02 - SUAKA INDONESIA

Breaking

SUAKA INDONESIA

Menyuarakan Aspirasi Rakyat

Hanya dengan 50.000 dapat blog murah gratis Template Premium

Kamis, 11 Februari 2021

NYIMAS AYU FATIMAH GANDASARI (SRIKANDI SYAHADAT) Episode 02

Pati,suajaindonesia.com - Diceritakan Pangeran Cakrabuana Mbah Kuwusangkan bertapa di bawah pohon. Setelah itu membangun dukuh atau pemukiman yang semua tanam-tanamannya serba jadi. Selanjutnya Pemukiman itu masyhur dengan nama dukuh Panguragan. Oleh Gusti Syarif Hidayatullah, Syarifah Fatimah yang diboyong dari Aceh dititipkan di pemondokannya Mbah Kuwu sehingga dipanggil dengan sebutan Nyi Mas Panguragan. 

Salah satu kenang-kenangan Ayahnya yang dibawa dari Aceh adalah sebuah rencong senjata khas Aceh (Alhamdulillah penulis pernah melihat dan memegang rencong Nyi Mas Ayu Gandasari tersebut. Rencongnya sangat antik dan indah. Warnanya kuning keemasan dan bertuliskan dua kalimah syahadat pada dua sisinya dengan khot kaligrafi yang unik. 

Saya belum pernah melihat bentuk kaligrafi seperti itu). Nyi Mas Panguragan berguru kepada Jeng Sunan Jati. Setelah bai'at syahadat, beliau belajar ilmu syari'at, thoriqot, hakikat, dan ma'rifat. Disamping itu, Nyi Mas Panguragan juga belajar ilmu bela diri, kanuragan dan kesaktian. Pada usia 15 tahun diberi wejangan oleh Sunan Gunung Jati: "Kamu adalah Perempuan. Tapi Kamu akan menjadi Pendekar Awliya". Nyi Mas Panguragan sudah termasyhur dengan keperwiraan dan kesaktiannya. Beliau juga terkenal dengan kecantikannya, sehingga dipanggil dengan sebutan Nyi Mas Ayu Gandasari. Artinya Wanita yang kecantikannya tidak ada tandingannya dan tubuhnya harum semerbak. 

Tubuhnya berbau harum bagaikan bunga yang mekar di musim semi. Setiap dia lewat maka keharumannya akan tercium dari kejauhan. Semuanya alami, bukan karena parfum atau minyak wangi seperti wanita zaman sekarang.Banyak para pejabat, para pangeran, para gegedeng, juragan, satria, syah bandar dan orang-orang terpandang dari berbagai negara berdatangan berduyun-duyun kpd Mbah Kuwu untuk melamar Nyi Mas Ayu Gandasari. Sambil menunggu jawaban, mereka membuat pemondokan di Cirebon.Ki Kuwu berkata kepada Nyi Mas Panguragan: "Putriku Gandasari aku minta kamu supaya mau bersuami, sudah waktunya menikah, mana yang kamu pilih salah seorang yang telah melamar. Ada demang, mantri, satria, bupati, dan para gegedeng, ada juga para juragan dan para nakhkoda yang sedang menunggu di pondokannya masing-masing. Beritahulah kepada Si Bapak, siapa yang kamu senangi".

Sang Putri Gandasari menjawab: "Rama. Sekarang Sang putri belum suka bersuami. Masih enak mengolah diri (belajar)". Ki kuwu dengan bijak berkata: "Duh bayi. Tidak enak orang jadi kembang bibir. Disebut-sebut namanya oleh tiap orang. Jika engkau tidak segera menikah tentu dirusaklah dukuh Panguragan ini". Ratna Gandasari menjawab: "Baiklah Rama. Hamba mau bersuami dengan syarat bisa mengalahkan hamba. Melebihi kesaktian hamba. Hamba akan mengabdi kepadanya walaupun dia orang melarat. Silahkan Rama adakan sayembara kepada orang-orang dari 25 negara. Siapa yang lebih dahulu menangkap saya. Ia menjadi suami saya. Jika sekarang saya terima lamaran seseorang. Tentu yang lain tidak akan terima. Dengan sayembara ini maka akan adil". 

Reporter : Basudewo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar