Rp145 Juta Dana Desa, Jalan Rabat Beton Bodeh Belum Dipakai Sudah Retak

Proyek Desa Bodeh

Pati,suakaindonesia.com – Hanya beberapa hari setelah dikerjakan, jalan rabat beton di Desa Bodeh, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sudah memperlihatkan retakan memanjang dan melintang di permukaan betonnya. Proyek yang menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran Rp145.128.000 ini kini menjadi sorotan warga.

Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, jalan tersebut dirancang sepanjang 170 meter, dengan lebar antara 3,60 hingga 4,90 meter, dan ketebalan beton yang tercantum 15 sentimeter. Pelaksana kegiatan adalah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Bodeh.

Namun, dokumentasi lapangan yang diambil pada 3 Oktober 2026 menunjukkan kondisi berbeda. Di sejumlah titik, permukaan beton sudah retak, baik memanjang maupun melintang. Ironisnya, menurut keterangan warga setempat, jalan tersebut belum sepenuhnya digunakan secara normal oleh kendaraan. Retakan sudah muncul lebih dulu.

“Belum sempat dilalui kendaraan berat, sudah retak-retak. Kami khawatir kualitasnya tidak sesuai,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga mempertanyakan apakah ketebalan dan mutu pekerjaan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis yang ditetapkan. Mereka menilai pengamatan visual saja tidak cukup. Diperlukan pengukuran teknis langsung di lapangan untuk memastikan apakah ketebalan beton benar-benar 15 cm dan apakah komposisi materialnya memenuhi standar.

Selain persoalan kualitas fisik, beredar pula informasi di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam pelaksanaan proyek. Informasi ini masih berupa dugaan dan belum dapat dikonfirmasi. Redaksi menekankan bahwa hal tersebut harus dibuktikan melalui dokumen resmi serta pemeriksaan pihak berwenang.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Desa Bodeh. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diterima.

Masyarakat Desa Bodeh berharap Pemerintah Desa maupun instansi terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan. Penjelasan yang diminta mencakup:

Kesesuaian spesifikasi pekerjaan dengan RAB

Penggunaan anggaran Dana Desa secara rinci

Proses pelaksanaan dan pengawasan

Penyebab munculnya retakan dini

Dengan nilai pekerjaan yang mencapai lebih dari Rp145 juta dan bersumber dari uang rakyat melalui Dana Desa, publik menilai kualitas pembangunan harus dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran desa tetap terjaga.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Desa Bodeh, TPK Desa Bodeh, maupun pihak terkait lainnya.

Redaksi 

Posting Komentar

0 Komentar