![]() |
| Pengecoran Atap MCK |
Pati,suakaindonesia.com – Suasana di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pagi ini tampak berbeda dari hari-hari biasa. Di bawah hangatnya sinar matahari, semangat dan kesungguhan tampak terpancar dari setiap gerakan. Prajurit TNI dan warga setempat bergerak serentak, menyatukan tenaga dan pikiran di lokasi pembangunan fasilitas umum, tepatnya bangunan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) yang terletak di kawasan Tempat Pemakaman Umum desa tersebut,Jumat (01/05/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari pelaksanaan Program Pembangunan Masyarakat Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati ini memasuki tahap pengecoran atap. Terlihat warga dan prajurit bekerja secara gotong royong, mengoperkan ember berisi adukan semen secara estafet dari bawah hingga ke bagian atas bangunan. Tanpa memandang kedudukan maupun latar belakang, mereka bekerja bahu-membahu, menciptakan suasana persaudaraan yang kian erat. Peluh menetes membasahi wajah dan tubuh, namun tak menyurutkan semangat mereka. Bahkan canda dan tawa ringan sesekali terdengar, mewarnai suasana kerja yang penuh kesungguhan sejak pagi hari.
Komandan Satuan Tugas Pengaman Kegiatan TMMD, Kapten Infanteri Andik S., menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan wujud nyata perhatian dan kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana sanitasi yang memadai sangat diperlukan, terlebih karena lokasinya berada di kawasan pemakaman yang setiap hari dikunjungi warga.
"Kami berharap fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama saat mereka berziarah maupun melaksanakan kegiatan pemakaman. Selain bertujuan mendukung terciptanya kebersihan, hal ini juga merupakan langkah kecil namun berarti untuk membentuk lingkungan yang lebih sehat, tertib, dan layak bagi penghidupan bersama," ujar Kapten Andik di sela-sela pengawasan kegiatan.
Bagi warga Desa Godo, kehadiran fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan yang telah lama dirasakan. Selama ini, keterbatasan sarana sanitasi di kawasan tersebut kerap menjadi kendala, terlebih ketika ada acara pemakaman atau saat hari peringatan keagamaan di mana jumlah pengunjung meningkat pesat. Kini, harapan itu mulai terwujud, dan rasa memiliki pun tumbuh kuat di hati masyarakat karena mereka turut terlibat langsung dalam setiap tahap pembangunannya.
Lebih dari sekadar hasil pembangunan fisik, program TMMD memiliki makna yang jauh lebih dalam, yaitu mengukuhkan kembali ikatan persaudaraan dan persatuan antara TNI dengan rakyat. Setiap butir semen yang diaduk, setiap batu yang disusun, dan setiap atap yang disempurnakan, menjadi bukti nyata bahwa kekuatan terbesar bangunan negara terletak pada persatuan seluruh komponen bangsa. Melalui pengecoran atap di Desa Godo ini, tersemat pula doa dan harapan: agar di masa mendatang tercipta lingkungan yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga masyarakat yang makmur, damai, dan senantiasa hidup dalam suasana persaudaraan yang abadi.
(Agus Pati)
