Notification

×

Iklan

Iklan

GNI Akan Mendorong Pelaksanaan PSD dan Mencetak Kader Pemberdaya

Rabu, 22 November 2017 | November 22, 2017 WIB | 0 Views Last Updated 2024-01-22T10:58:33Z

Sukabumi, suakaindonesia.com - Yayasan Gugah Nurani Indonesia yang berkantor pusat di Seul Korea Selatan pertama kali masuk Indonesia paska terjadi Tsunami di  Aceh. Disini selain melakukan pendampingan terhadap anak anak korban Tsunami juga melakukan pendampingan hak anak untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Kehadiran GNI ditengah masyarakat dengan program pelayanan sosial dasar (PSD) identik dengan program yang dilaksanakan Kementrian Perdesaan (Kemendes) sehingga yayasan ini membuka kantor di tujuh belas wilayah di tanah air. Dalam menjalankan seluruh program kerja GNI mendapat kucuran dana donatur Warga Negara Korea dari negara asal yayasan juga dari Warga Negara Korea yang ada di Indonesia. Tugas berat GNI tidak hanya mendorong pelaksanaan program pelayanan sosial dasar (PSD) juga mencetak kader pemberdayaan masyarakat.

Maria Magdalena Lakaseru Manager Projeck Pemberdayaan Wilayah Kabupaten Sukabumi yang akrab disapa Mira juga mengatakan tahun 2010 GNI masuk ke Kecamatan Cicurug  Kabupaten Sukabumi tepatnya Desa Nanggerang saat menanggulangi putusnya jembatan penghubung Kp Nanggerang dengan Kp Cibilik. Setelah akses tersebut selesai GNI melanjutkan program PSD dengan base practice pertanian Pepaya Kalifornia guna meningkatkan ekonomi masyarakat Kp Cibilik. Selanjutnya kegiatan difokuskan ke upaya memenuhi hak anak untuk nmendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan layak.

Dalam bidang pendidikan GNI tidak hanya memberikan bea siswa kepada sekitar empat ratus siswa tapi juga peralatan sekolah. Guna menumbuh kembangkan balita GNI memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berupa susu, biskuit dan sebagainya tetapi setelah dievaluasi tidak terjadi perubahan signifikan sehingga program tersebut dikurangi.

Selama ini GNI fokus posyandu di Desa Nanggerang, Kelurahan Cicurug, Desa Benda dan Desa Pasawahan. Untuk Desa Pasawahan GNI mendapat tanggapan serius tidak hanya oleh masyarakat tapi juga Kepala Desa Dahlan Sudarlan. Dalam ketentuan syarat adanya pendampingan oleh GNI adalah adanya sebaran yang akan disponsori, terbangunnya koordinasi dua arah dan adanya partisipasi aktif masyarakat.

"Ketiga syarat tersebut kami dapatkan di Desa Pasawahan sehingga program yang akan dilaksanakan bisa berjalan sesuai dengan harapan." Kata Maria Magdalena Lakaseru

Khusus home industry dendeng singkong (Desi) dsri Kp Cikurutug Desa Pasawahan Maria berupaya memberikan pendampingan tidak hanya dalam hal pengolahan dan higienis untuk mendapatkan label halal tapi juga mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan begitu produk industry lokal bisa di pasarkan hingga ke pasar internasional.

Maria mengakui dendeng daun singkong tersebut cikal bakalnya dari binaan mahasiswa Universitas Pakuan ketika melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tetapi oleh Enti dilanjutkan sehingga menjadi produk unggulan warga kampung tersebut. Menurut Maria produk Kp Cikurutug berupa dendeng daun singkong telah diterima Pasar Korea.

"Setelah melihat hasil dendeng daun singkong ini kami berupaya membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas juga berupaya mendapatkan sertifikat halal dan SNI agar bisa masuk pasar regional bahkan internasional." Kata Mira.

Sejak awal Mira dengan jajarannya berupaya mencetak kader pemberdayaan masyarakat guna kelanjutan program paskah pelaksanaan pendampingan GNI. Mira bersyukur dukungan Kades dan jajarannya juga masyarakat begitu kuat sehingga GNI optimis mampu menjalankan program dengan baik. Bahkan Mira meyakini pencetakan kader pemberdayaan masyarakat akan membuahkan hasil.

"Kami optimis program berjalan dengan baik. Begitu juga pencetakan kader pemberdayaan masyarakat." Kata Mira

Kades Pasawahan Dahlan Sudarlan mengatakan GNI memiliki program yang sama dengan pemdes sehingga sangat nmungkin bisa berdinergi. Apalagi kegiatannya melibatkan masyarakat yang nanti akan mampu mentransformasikan ilmu untuk dilanjutkan. Kades tidak berharap setelah GNI menyelesaikan tugasnya program yang telah ditelurkan berhenti. Untuk itu kases berharap warga mengikuti program kerja GNI agar kedepannya program tetap berlanjut.

Reporter :Wahid/Herwanto
Editor      : Bam'S

×
Berita Terbaru Update