Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua IWO Bogor Raya Dan FPII Kota Bogor Harapkan Awak Media Selalu Independen

Kamis, 15 Februari 2018 | Februari 15, 2018 WIB | 0 Views Last Updated 2024-01-22T10:57:08Z

Kabupaten Bogor,suakaindonesia.com - Jelang Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia, terutama mendekati hari pemilihan Bupati/Walikota dan Gubernur, menggugah analisis dari para awak jurnalis yang terdiri dari media online cetak, dan televisi, yang tergabung dalam di saat silaturahmi awak media dengan Komandan Korem 061 dan jajarannya di Makorem 061 Surya Kancana, Bogor (14/2).

Menurut Ketua IWO Bogor Raya, Didin mengatakan, "Zaman Era digital seperti saat ini, pengetahuan dunia digital harus dimiliki. Derasnya arus informasi menuntut individu senantiasa up to date agar tak tertinggal. Namun, dampak negatifnya, banyak beredarnya berita ataupun informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan alias Hoax.

"Jaman sekarang ini, perang dilakukan bukan dengan senjata tajam, pistol atau sejenisnya. Melainkan dengan menggiring informasi yang belum tentu kebenarannya seolah-olah benar, melalui media sosial. Dan efeknya sangat luar biasa karena bisa memperkeruh suasana," ungkap Ketua yang juga Pemimpin Redaksi BogorBagus.com.

Kami prihatin dengan semakin banyaknya hoax atau berita bohong yang beredar di dunia maya saat ini bahkan beberapa pelakunya sudah tertangkap. Penyebaran hoax sangat mudah dan cepat tersebar dimana-mana.

Masalahnya, penyebaran berita hoax bisa menyebabkan kesalahpahaman. Hal-hal yang buruk bila tersebar tanpa konfirmasi, bisa merugikan banyak pihak, beberapa tips agar tidak mudah terprovokasi berita hoax, apalagi saat pemilu pilkada ini sangat riskan kalau awak media juga tidak independen.

Untuk masyarakat sendiri hendaklah lebih cerdas, tidak perlu ikut komentar yang aneh-aneh di media sosial, kendalikan emosi dan jangan mudah terpancing berita hoax, cermati kebenaran info yang di terima, perbaiki diri sendiri dengan menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif, dan sebarkan hal positif ke sekitarmu dan berhenti share berita atau status yang mungkin memicu perselisihan.

"Idealnya awak media mau tidak mau harus sesuai kaidah  etika jurnalistik, dan pastinya sangat membantu pihak yang berwajib dalam informasi yang akurat sesuai dengan tupoksinya" ungkapnya.

Senada dengan Didin, Sumburi Ibrahim Ketua FPII Korwil Kota Bogor mengatakan, dalam moment pilkada ini saat independensi jurnalis di perlihatkan agar jangan terjerumus dalam politik praktis dalam mendukung Paslon tertentu.

"Jika wartawan sudah tidak independent akan berbahaya bagi sistim demokrasi di Indonesia yang saat ini sedang berjalan,"katanya.

Di era digital saat ini yang terus berkembang wartawan harus menyadari dalam genggamannya mampu merubah dunia.  Maka dari itu,  setiap informasi yang di sampaikan oleh wartawan kepada publik akan berpengaruh pada masyarakat.

"Sementara untuk masalah berita bohong atau Hoax kita saat ini sama-sama berperang melawan Sosial Media,  karena setiap informasi apapun akan sangat cepat di konsumsi publik tanpa klarifikasi kebenaran informasi tersebut.  Saya juga sangat mengapresiasi kepolisian yang terus memburu penyebar berita hoax sehingga mampu memberikan efek jera bagi pelaku, "tutup Pemimpin Redaksi bidiknusantara.com ini.

Reporter : nopi hidayat (Bule  )
×
Berita Terbaru Update