Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 27 Perwira Menengah

Foto Mayjen TNI Achiruddin Bersalaman 

Semarang,suakaindonesia.com – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kedewasaan berpikir, memperluas tanggung jawab, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi satuan, prajurit, dan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro saat memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Menengah (Pamen) Kodam IV/Diponegoro di Balai Diponegoro, Semarang, Kamis (1/10/2026).

Dalam arahannya, Pangdam menekankan bahwa kedewasaan tidak semata-mata ditentukan oleh usia. Kedewasaan tercermin dari pola pikir, sikap, kemampuan mengambil keputusan, dan tanggung jawab yang diemban.

Pada periode ini, sebanyak 27 Perwira Menengah (Pamen) jajaran Makodam IV/Diponegoro resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Rinciannya: 7 personel naik pangkat menjadi Kolonel, 15 personel menjadi Letkol, dan 5 personel menjadi Mayor.

Menurut Pangdam, semakin tinggi pangkat yang disandang seorang prajurit, semakin luas pula tuntutan kepemimpinan dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Perubahan kepangkatan harus diikuti dengan perubahan cara berpikir, dari kepemimpinan yang bersifat langsung (face to face leadership) menuju kemampuan mengelola personel dan tanggung jawab dalam lingkup yang lebih luas.

Pangdam mencontohkan, ketika seorang perwira memasuki jenjang kepangkatan yang lebih tinggi, tuntutan kepemimpinannya juga semakin besar. Ia tidak lagi hanya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dirinya sendiri, tetapi juga terhadap staf, prajurit yang dipimpin, satuan, hingga keluarganya.

“Kenaikan pangkat adalah berkah yang harus disyukuri. Jadikan anugerah ini sebagai komitmen dalam melanjutkan setiap pengabdian,” pesan Pangdam.

Pangdam juga mengingatkan bahwa setiap prajurit dan perwira yang menerima amanah jabatan telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawab. Karena itu, kenaikan pangkat harus menjadi dorongan untuk semakin mampu mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi organisasi dan lingkungan di sekitarnya.

Ia berharap para prajurit yang memperoleh kenaikan pangkat dapat menghadirkan kebijakan dan langkah nyata yang bermanfaat bagi satuan. Pangkat yang lebih tinggi, menurutnya, harus berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas pengabdian dan manfaat yang diberikan kepada anggota.

“Harapan kita, dengan kenaikan pangkat ini saudara-saudara semakin dewasa dalam berpikir dan semakin bermanfaat bagi anggota, lingkungan, maupun satuan,” tegas Pangdam.

Lebih jauh, Pangdam IV/Diponegoro memberikan penghargaan kepada keluarga, khususnya para istri prajurit, yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian suami. Dukungan keluarga dinilai memiliki peran besar dalam menjaga semangat prajurit untuk terus melaksanakan tugas dan meraih prestasi.

Pangdam menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para istri serta keluarga atas dukungan yang diberikan, sehingga para prajurit dapat menjalankan tugas dengan baik sekaligus mengembangkan karier dan tanggung jawabnya di lingkungan TNI AD.

Melalui kenaikan pangkat tersebut, Pangdam IV/Diponegoro berharap setiap prajurit tidak berhenti pada kebanggaan atas pangkat yang disandang. Pangkat harus dijadikan titik awal untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, kedewasaan, tanggung jawab, dan pengabdian.

Bagi Pangdam IV/Diponegoro, pangkat bukan sekadar simbol jenjang karier. Di balik setiap kenaikan pangkat terdapat amanah yang semakin besar. Semakin tinggi pangkat yang diberikan, semakin luas pula tanggung jawab untuk memimpin, membina, dan memberikan manfaat bagi organisasi, prajurit, serta masyarakat.

(Redaksi/Pendam Diponegoro IV)

Posting Komentar

0 Komentar