Ibu Dicaci “Maling” oleh Massa AMPB Usai Sidang Praperadilan di PN Pati

Foto Ida Herawati Istri H.Utomo

Pati,suakaindonesia.com – Niat mencari keadilan justru berujung pada pengalaman pahit. Ida Herawati, seorang ibu rumah tangga sekaligus istri H. Utomo, harus menelan kekecewaan saat menghadiri sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (8/10/2026). Alih-alih mendapat ruang yang aman, ia justru menjadi sasaran persekusi dan bullying dari puluhan hingga ratusan massa di depan gerbang pengadilan.

Usai sidang selesai, Ida hendak meninggalkan area PN Pati. Namun di luar, ia sudah ditunggu sekelompok massa yang mengaku berasal dari AMPB. Massa tersebut diduga merupakan suruhan pihak Z, selaku pelapor dalam kasus yang melibatkan suaminya. Dalam video yang beredar luas, terlihat jelas bagaimana massa yang dipimpin Z meneriaki Ida dengan kata-kata “maling… maling… maling!” berulang kali dengan nada tinggi dan penuh tekanan.

Situasi semakin mencekam. 

Ida mengaku dihadang saat akan keluar. Pintu kaca mobilnya digedor-gedor dari berbagai arah depan, samping kanan, hingga samping kiri. Bahkan ada yang mencoba merebut ponselnya. Peristiwa itu membuatnya merasa dilecehkan, dirundung, dan sangat dirugikan dirinya.

Saat ditemui awak media pada Jumat siang (9/10/2026), Ida masih tampak emosional saat menceritakan pengalamannya.

“Saya kan niatnya datang ke PN tadi itu kan untuk mencari keadilan untuk suami saya. Tapi di sana saya malah merasa mendapatkan perundungan. Saya dikatain malinglah, dan dikatain dengan nada tinggi. Ada banyak orang saat saya mau keluar PN dan saya itu dihadang,” ujar Ida Herawati.

Ia melanjutkan dengan suara yang sempat tertahan, “Di geblok-geblok lah pintu kaca mobil saya dari depan, dari samping kanan, samping kiri. Mau juga ada yang ingin mengambil HP saya juga itu. Itu saya ya merasa saya sangat dirugikan, saya sangat tertekan di sini. Yang dikatakan itu belum tentu kebenarannya kan gitu lho.”

Meski sempat merasa terpojok, Ida tetap menekankan pentingnya proses hukum yang bersih dan tanpa tekanan. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di lingkungan Pengadilan Negeri Pati.

“Saya berharap ya, nanti kita ke PN itu kan untuk mencari keadilan. Saya berharap tidak ada lagi perundungan-perundungan seperti itu. Saya harap sesuai prosedur lah. Jika memang salah ya salah, jika memang benar ya benar. Di pengadilan jangan ada tekan-tekanan,” tegasnya.

Ida juga membantah keras tuduhan yang dilontarkan massa terkait adanya rekaman. Menurutnya, tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar.

“Saya juga tidak ada kata-kata mau kepingin bagaimana-bagaimana. Saya juga ingin hanya membuktikan ini loh kasusnya, ini loh permasalahannya gitu aja. Itu katanya ada rekaman. Ternyata enggak ada itu. Saya sudah suruh cek, saya suruh tunjukkan semua, saya scroll HP saya, saya suruh lihat. Tidak ada itu rekaman-rekamannya. Justru malah saya melihat mereka banyak merekam saya,” jelas Ida.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Z maupun perwakilan AMPB belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang terjadi di depan PN Pati tersebut. Sementara itu, Ida berharap proses hukum atas kasus suaminya dapat berjalan adil dan profesional, tanpa diwarnai intimidasi di luar ruang sidang.

Reporter: Bam’s

Posting Komentar

0 Komentar