Buntut Pemblokiran Rekening, Bank Mandiri KCP Pati Digeruduk Massa, Pintu Depan Dihujani Ratusan Telur Busuk

 

Gambar Kantor Bank Mandiri Pati Dilempari Telur Busuk 

Pati,suakaindonesia.com — Ketegangan sempat menyelimuti kawasan pusat kota Pati pada Selasa (15/9/2026). Kantor Bank Mandiri KCP Pati menjadi sasaran kemarahan warga setelah rekening milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), diblokir secara sepihak. Pemblokiran itu terjadi saat Botok dan sejumlah warga Pati sedang mengikuti aksi tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset serta hukuman mati bagi koruptor di Jakarta.

Sebagai bentuk protes, massa bergerak menggelar aksi di depan Bank Mandiri KCP Pati. Aksi ini direncanakan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa (15/9/2026) hingga Jumat (18/9/2026). Pada hari pertama, ratusan bahkan ribuan telur busuk dilemparkan ke arah bangunan bank. Pintu utama dan kaca depan seketika dipenuhi bercak kuning lengket, sementara cangkang telur berserakan di halaman dan trotoar depan gedung.

Suasana di lokasi tampak tegang, namun masih terkendali. Petugas kepolisian bersama petugas pengamanan bank berjaga ketat di sekitar lokasi. Para pendemo menyampaikan ketidakpuasan mereka dengan lantang, namun tidak melakukan tindakan kekerasan lain selain pelemparan telur busuk.

Warga menilai pemblokiran rekening tersebut sangat merugikan. Rekening yang diblokir berisi gabungan uang pribadi Botok dan dana donasi masyarakat yang dikumpulkan untuk keperluan logistik aksi di Jakarta. Mereka menilai langkah bank tersebut sebagai bentuk perlakuan tidak adil dan menindas. Tuntutan utama massa jelas: rekening harus segera dibuka kembali dan pihak bank wajib memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

Hingga sore hari, aksi masih berlangsung dengan suasana yang relatif tertib. Massa menegaskan akan terus melanjutkan protes hingga tuntutan mereka mendapat jawaban yang memuaskan. Suaka Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan perkembangan respons dari pihak Bank Mandiri.

Posting Komentar

0 Komentar